BANDUNG-Proses penyimpanan yang tidak baik dapat menyebabkan kerusakan pada bahan pangan. Freezing Ijuries dapat terjadi pada buah dan sayur serta pangan hewani. Pada pangan hewani, freezing injuries diakibatkan oleh penyimpanan yang tidak menggunakan pembungkus. Freezing Injuries disebabkan oleh air yang terdapat di antara sel-sel tenunan pada suhu pembekuan akan menjadi xristal es, yang makin lama akan menjadi makin besar dengan cara menyerap air dari dalam sel-sel di sekitarnya sehingga sel-sel menjadi kering. Freezing injuries atau kerusakan akibat pengkristalan air dalam … Continue reading “Yuk kenali kerusakan pangan si Freezing Injuries”
Mari kenali kerusakan pangan Chilling Injuries
Posted on Leave a comment on Mari kenali kerusakan pangan Chilling InjuriesBANDUNG-Kerusakan bahan pangan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya proses distribusi dan penyimpanan bahan pangan. Chilling injuries dan freezing ijuries adalah salah satu kerusakan bahan pangan yang diakibatkan oleh proses penyimpanan yang tidak baik sehingga bahan pangan sudah tidak layak dikonsumsi kembali. Chilling injuries adalah kerusakan fisiologis terhadap sel membran bahan pangan yang mungkin terjadi setiap saat yang diakibatkan oleh kondisi lingkungan selama musim tanam, transportasi, distribusi, atau penyimpanan, di toko atau bahkan di kulkas saat disimpan di rumah. Kerusakan membran … Continue reading “Mari kenali kerusakan pangan Chilling Injuries”
Pendinginan dengan Es, Solusi Pengiriman Ikan yang Murah dan Efektif
Posted on Leave a comment on Pendinginan dengan Es, Solusi Pengiriman Ikan yang Murah dan EfektifBANDUNG-Indonesia adalah Negara kepulauan dengan produksi ikan yang cukup banyak. Ikan mengandung nilai gizi yang tinggi dan menjadi salah satu pangan hewani yang banyak dikonsumsi oleh kalangan masyarakat. Ikan biasa didistribusi dengan menggunakan box berisi es untuk mempermudah proses distribusi dan harganya lebih terjangkau. Proses distribusi ini juga dinilai efektif dan menjaga kondisi ikan tetap segar. Selain proses distribusi, metode ini biasa digunakan pada supermarket yang menyimpan makanan di atas es batu yang dicacah dan dipadatkan dimana permukaan yang bersentuhan … Continue reading “Pendinginan dengan Es, Solusi Pengiriman Ikan yang Murah dan Efektif”
Pendinginan, Metode Pengawetan yang Paling Umum pada Proses Pengawetan
Posted on Leave a comment on Pendinginan, Metode Pengawetan yang Paling Umum pada Proses PengawetanBANDUNG-Pendinginan adalah metode paling umum yang dilakukan untuk memperpanjang masa simpan makanan terutama makanan dengan kandungan air dan protein yang tinggi. Pendinginan terjadi akibat lepasnya panas pada bahan ke lingkungan ruang pendingin dan lepasnya panas dari lingkungan ruang pendingin ke luar sistem pendingin hingga mencapai suhu tertentu yang diinginkan. Proses pengambilan panas dari suatu benda/bahan sehingga suhunya akan menjadi lebih rendah dari sekelilingnya. Suhu yang digunakan masih berada diatas titik beku bahan sekitar -2◦C sampai -10◦C. Dapat dilakukan sehari-hari di … Continue reading “Pendinginan, Metode Pengawetan yang Paling Umum pada Proses Pengawetan”
Yuk Belajar soal Sangrai
Posted on Leave a comment on Yuk Belajar soal SangraiBANDUNG-Sangrai menjadi metode yang biasa digunakan di Industri kopi. Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa jenis makanan yang mengharuskan menggunakan metode sangrai seperti kerupuk malarat atau beberapa proses pembuatan bumbu dengan menggunakan metode sangrai. Metode sangrai bertujuan untuk mempermudah pengupasan kulit, membentuk aroma (kacang-kacangan), membentuk cita rasa dan bau (kopi dan cokelat), membentuk tekstur yang diinginkan (kerupuk), menurunkan kadar air, mematikan mikroba, serta memudahkan dalam proses penghalusan atau penghancuran. Proses sangrai diawali dengan penguapan air yang ada di dalam bahan dengan … Continue reading “Yuk Belajar soal Sangrai”
Pengaruh Suhu pada Gorengan
Posted on Leave a comment on Pengaruh Suhu pada GorenganBANDUNG-Pada proses penggorengan, suhu menjadi penentu hasil akhir produk. Metode penggorengan biasa menggunakan suhu tinggi untuk mendapatkan tekstur dan aroma yang khas. Penggorengan pada kisaran suhu 160-190°C akan mengalami proses penggorengan dengan cepat dan menghasilkan produk pangan dengan tekstur renyah, warna keemasan, dan kualitas aroma yang baik dengan jumlah absorpsi minyak sekitar 8-25% (tergantung dari karakteristik bahan). Penggorengan dengan suhu yang lebih rendah akan menhasilkan warna produk yang lebih cerah, pembentukan aroma goreng yang khas, penyerapan minyak yang lebih banyak, … Continue reading “Pengaruh Suhu pada Gorengan”
Mari Mengenal Proses Penggorengan
Posted on Leave a comment on Mari Mengenal Proses PenggorenganBANDUNG-Gorengan menjadi salah satu hidangan street food favorit di Indonesia. Gorengan memiliki rasa yang gurih dengan tekstur yang kriuk sehingga disenangi banyak orang dari anak kecil hingga lansia. Mari mengetahui teknik memasak menggoreng ini. Teknologi penggorengan banyak digunakan untuk mengolah aneka produk pangan karena kemampuannya yang dapat menghasilkan produk dengan karakteristik tekstur, struktur, dan aroma yang khas. Teknologi penggorengan ini banyak diaplikasikan pada industri makanan ringan (snack). Penggunaan panas sebagai proses pemasakan mempengaruhi aroma, masa simpan (terjadi proses destruksi mikro … Continue reading “Mari Mengenal Proses Penggorengan”
Cold Smoking VS Hot Smoking pada Pengasapan
Posted on Leave a comment on Cold Smoking VS Hot Smoking pada PengasapanBANDUNG-Metode pengasapan terbagi menjadi dua jenis yakni pengasapan dingin dan pengasapan panas. Proses pengasapan ini memiliki caranya masing-masing dan hasil yang berbeda. Mari kita kenali kedua metode pengasapan ini. Proses pengasapan dingin biasanya dilakukan pada suhu tidak lebih dari 20-40oC, rH 60-70% dan membutuhkan waktu 1-3 minggu untuk proses pengasapannya sehingga bahan pangan belum matang dan belum siap dikonsumsi. Tujuannya untuk memperoleh rasa dan kenampakan spesifik. Selanjutnya, untuk memperpanjang daya awetnya, dilakukan penyimpanan dingin atau pembekuan. Proses ini dapat menghasikan … Continue reading “Cold Smoking VS Hot Smoking pada Pengasapan”
Kenali Kayu yang Baik untuk Pengasapan
Posted on Leave a comment on Kenali Kayu yang Baik untuk PengasapanBANDUNG-Proses pengasapan ikan secara manual di daerah pesisir pantai biasanya dilakukan di rumah asap dengan menggunakan sabut kelapa untuk bahan bakar pembakaran. Namun, berbeda dengan pembakaran pada daging, kayu yang digunakan perlu menggunakan kayu dari buah-buahan atau kayu khusus agar aroma daging lebih kaya. Jenis kayu yang bisa digunakan pada proses pengasapan dapat berupa jenis kayu keras (jati, mangium, tusam, sengon), sabut kelapa, dan tempurung kelapa. Keunggulan tempurung tua dibanding kayu keras Jenis kayu keras: kadar airnya. Kadar air tempurung … Continue reading “Kenali Kayu yang Baik untuk Pengasapan”
Metode Pangasapan sebagai Cara Memperpanjang Masa Simpan Bahan Pangan
Posted on Leave a comment on Metode Pangasapan sebagai Cara Memperpanjang Masa Simpan Bahan PanganBANDUNG-Pengasapan adalah salah satu metode memperpanjang masa simpan bahan makanan. Pengasapan banyak dilakukan untuk untuk memperpanjang masa simpan pangan hewani seperti ikan dan daging. Ikan asap adalah Gabungan dari proses penggaraman (brining), pengeringan atau pemanasan (drying), dan pengasapan (smoking). Sebelum ikan diasapi biasanya dilakukan penggaraman atau perendaman dalam larutan garam pada konsentrasi tertentu. Pada dasarnya tujuan pengasapan ini adalah untuk pengawetan pangan yang dapat meningkatkan daya simpan dimana penetrasi asap ke dalam bahan mencegah aktivitas bakteri dan enzim. Proses pengasapan dapat … Continue reading “Metode Pangasapan sebagai Cara Memperpanjang Masa Simpan Bahan Pangan”
