
Oleh: Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, M.K.M dan Habibah Abidin, M.Gz
Bulan Ramadan merupakan waktu yang istimewa bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Selama periode ini, pola makan mengalami perubahan karena waktu makan hanya terbatas pada sahur dan berbuka. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap memperhatikan kualitas dan keseimbangan makanan agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
Salah satu pedoman yang dapat digunakan untuk membantu mengatur pola makan adalah konsep “Isi Piringku” yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman ini menggambarkan komposisi makanan seimbang dalam satu piring yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayur, dan buah dengan proporsi yang tepat. Penerapan konsep ini selama Ramadan dapat membantu menjaga energi, kesehatan pencernaan, serta keseimbangan nutrisi selama menjalankan puasa.
Konsep Isi Piringku
Konsep “Isi Piringku” menekankan bahwa dalam satu kali makan utama, komposisi makanan sebaiknya terdiri dari:
| Komponen Makanan | Proporsi dalam Piring |
| Karbohidrat | ⅓ bagian piring |
| Protein (hewani dan nabati) | ⅓ bagian piring |
| Sayur | ⅓ bagian piring |
| Buah | Pelengkap setelah makan |
Selain itu, konsumsi air putih yang cukup serta aktivitas fisik ringan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan (Kementerian Kesehatan RI, 2018).
Penerapan Isi Piringku saat Sahur
Sahur merupakan waktu makan yang penting karena menjadi sumber energi utama selama berpuasa. Oleh karena itu, makanan sahur sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta serat agar energi dapat bertahan lebih lama selama menjalankan aktivitas.
Contoh Komposisi Isi Piringku saat Sahur
| Kelompok Makanan | URT (Ukuran Rumah Tangga) | Contoh |
| Karbohidrat kompleks | 1 centong nasi merah (±150 g) | nasi merah, oatmeal |
| Protein | 1 potong sedang (±60 g) | ikan panggang, telur |
| Protein nabati | 1 potong sedang (±50 g) | tempe atau tahu |
| Sayur | 1 mangkuk kecil (±100 g) | bayam, wortel, brokoli |
| Buah | 1 porsi | apel atau pepaya |
| Cairan | 1–2 gelas | air putih |
Karbohidrat kompleks membantu menyediakan energi secara bertahap, sedangkan protein dan serat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama selama puasa (Lessan & Ali, 2019).

Penerapan Isi Piringku saat Berbuka
Setelah berpuasa selama beberapa jam, tubuh memerlukan asupan energi untuk memulihkan kondisi tubuh. Namun, konsumsi makanan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar sistem pencernaan dapat beradaptasi dengan baik.
Tahapan Berbuka Puasa
- Takjil ringan
- air putih 1 gelas (250 ml)
- kurma 2–3 buah
- Makan utama dengan konsep Isi Piringku
Contoh Komposisi Isi Piringku saat Berbuka
| Kelompok Makanan | URT | Contoh |
| Karbohidrat | 1 centong nasi (±150 g) | nasi merah atau kentang |
| Protein | 1 potong sedang (±60 g) | ayam panggang atau ikan |
| Protein nabati | 1 potong sedang (±50 g) | tempe atau tahu |
| Sayur | 1 mangkuk kecil (±100 g) | tumis sayur |
| Buah | 1 porsi | pepaya, apel |
| Cairan | 1–2 gelas | air putih |
Menu ini membantu mengembalikan energi tubuh secara bertahap tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang berlebihan.
Tips Menerapkan Isi Piringku selama Ramadan
- Pilih Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, dan roti gandum membantu menjaga energi lebih lama selama puasa.
- Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah
Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral, serta serat yang penting untuk menjaga kesehatan pencernaan selama Ramadan.
- Batasi Makanan Tinggi Gula dan Lemak
Makanan seperti gorengan atau minuman manis sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas agar tidak meningkatkan asupan kalori secara berlebihan.
- Penuhi Kebutuhan Cairan
Disarankan untuk memenuhi kebutuhan cairan minimal 8 gelas air per hari yang dapat dibagi antara waktu berbuka hingga sahur.
Contoh Menu Seimbang 1 Hari selama Ramadan
Menu Sahur
- nasi merah 1 centong besar (150 g)
- telur dadar 1 butir
- tempe 1 potong sedang
- tumis bayam 1 mangkuk kecil
- pepaya 1 potong sedang
- air putih 2 gelas
Menu Berbuka
- air putih 1 gelas
- kurma 2 buah
- sup sayur 1 mangkuk kecil
Menu Makan Malam
- nasi merah 1 centong besar
- ikan panggang 1 potong sedang
- tumis brokoli wortel 1 mangkuk kecil
- tahu 1 potong sedang
Snack Malam
- yogurt rendah lemak 1 gelas kecil (150 ml)
- apel 1 buah ukuran sedang
Menu tersebut memenuhi prinsip keseimbangan gizi serta membantu menjaga energi selama menjalankan puasa.

Kesimpulan
Konsep “Isi Piringku” dapat menjadi panduan praktis untuk menjaga pola makan sehat selama Ramadan. Dengan mengatur proporsi makanan yang seimbang antara karbohidrat, protein, sayur, dan buah, tubuh dapat memperoleh nutrisi yang cukup untuk mendukung aktivitas sehari-hari selama puasa. Penerapan pola makan yang sehat tidak hanya membantu menjaga energi, tetapi juga mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Daftar Pustaka
Atkinson, F. S., Foster-Powell, K., & Brand-Miller, J. C. (2008). International tables of glycemic index and glycemic load values. Diabetes Care, 31(12), 2281–2283. https://doi.org/10.2337/dc08-1239
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman gizi seimbang dan isi piringku. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Lessan, N., & Ali, T. (2019). Energy metabolism and intermittent fasting: The Ramadan perspective. Nutrients, 11(5), 1192. https://doi.org/10.3390/nu11051192
Sadeghirad, B., Motaghipisheh, S., Kolahdooz, F., Zahedi, M. J., & Haghdoost, A. A. (2014). Islamic fasting and weight loss: A systematic review and meta-analysis. Public Health Nutrition, 17(2), 396–406. https://doi.org/10.1017/S1368980012005046
