Air Bersih bagi Industri Sehat

Posted on   Leave a comment on Air Bersih bagi Industri Sehat

BANDUNG-Air merupakan komponen utama yang perlu diperhatikan dalam proses pembuatan produk di Industri. Tanpa air, industri tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya sehingga kebutuhan air menjadi hal utama yang harus dilihat dalam Industri. Air yang digunakan di Industri perlu di uji secara biokimia untuk mengetahui pH atau keamanan air seperti jumlah bakteri atau mikroorganisme yang ada di dalam air sehingga dapat ditentukan bisa dikonsumsi atau digunakan untuk industri. Sebagai contoh pada industri pengalengan makanan, air digunakan untuk perendaman, pencucian, pengupasan, blanching, … Continue reading “Air Bersih bagi Industri Sehat”

Syarat Air yang dapat Dikonsumsi Masyarakat

Posted on   Leave a comment on Syarat Air yang dapat Dikonsumsi Masyarakat

BANDUNG- Air adalah komponen utama yang dibutuhkan oleh tubuh karena komponen tubuh manusia sebagian besar adalah air. Kekurangan air, dapat menyebabkan dehidrasi bahkan kematian setelah 3 hari tidak mengonsumsi air sama sekali pada manusia. Air minum biasanya memiliki ciri-ciri air yang tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Namun banyak indikator-indikator lain yang perlu diperiksa untuk menentukan air tersebut layak dikonsumsi atau tidak. Indikator tersebut ditentukan oleh sifat-sifat fisik, kimia, dan bakteriologis karena jika air yang dikonsumsi tidak bersih, maka … Continue reading “Syarat Air yang dapat Dikonsumsi Masyarakat”

Air dan Ikatannya

Posted on   Leave a comment on Air dan Ikatannya

BANDUNG- Air dalam bahan makanan berhubungan dengan menampilkan kesegaran, jika kekurangan air maka buah-buahan maupun sayuran akan kelihatan layu. Sifat air adalah sebagai media pelarut dari bahan makanan hewani maupun nabati pada pigmen, vitamin, mineral, dan garam yang larut dalam air, serta senyawa cita rasa lainnya. Air mempengaruhi  aktivitas metabolisme, baik aktivitas metabolisme, aktivitas enzim, mikroba dan sifat kimia ini dapat menimbulkan ketengikan dan reaksi-reaksi non-enzimatis. Es merupakan air padat yang memiliki titik leleh dan titik didih tinggi, panas laten … Continue reading “Air dan Ikatannya”

Mari mengenal Tabel Komposisi Bahan Pangan

Posted on   Leave a comment on Mari mengenal Tabel Komposisi Bahan Pangan

BANDUNG-Tabel Komposisi Bahan Pangan (TKPI) atau Daftar komposisi bahan makanan (DKBM) adalah daftar yang memuat kadar gizi pelbagai bahan makanan yang digunakan di Indonesia. Dalam 1 jenis bahan pangan berisi kandungan bebagai macam zat gizi dalam 100 gram berat bersih /berat yang dapat di makan dan terdapat istilah BDD yaitu edible portion atau bahan yang dapat dimakan. Biasanya BDD di kalkulasikan dalam bentuk persentase. TKPI bagi ahli gizi merupakan tabel yang berfungsi untuk merencanakan hidangan makanan yang baik dan memenuhi … Continue reading “Mari mengenal Tabel Komposisi Bahan Pangan”

Gejala dan Akibat Anorexia Nervousa pada Remaja

Posted on   Leave a comment on Gejala dan Akibat Anorexia Nervousa pada Remaja

BANDUNG-Salah satu penyakit kronis yang didefinisikan sebagai gangguan perilaku makan atau perilaku dalam mengontrol berat badan dengan gejala tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan berturut-turut (untuk wanita), tidak mau dan menolak makan di depan umum, sering merasa gelisah, lemah, kulit kusam, nafas pendek-pendek dan khawatir berlebih terhadap asupan kalori. Anorexia dapat menyebabkan penyusutan tulang, kehilangan mineral, rendahnya suhu tubuh, detak jantung yang tidak teratur, gangguan permanen terhadap pertumbuhan badan, rawan terkena osteoporosis, bahkan juga bulimia nervosa. Selain itu, ada dampak … Continue reading “Gejala dan Akibat Anorexia Nervousa pada Remaja”

Fortifikasi Pangan sebagai Solusi Pintar Masalah Gizi

Posted on   Leave a comment on Fortifikasi Pangan sebagai Solusi Pintar Masalah Gizi

BANDUNG-Fortifikasi pangan adalah penambahan satu atau lebih zat gizi (nutrien) ke dalam pangan. Tujuan utama nya adalah untuk meningkatkan tingkat konsumsi dari zat gizi yang ditambahkan untuk meningkatkan status gizi. Fortifikasi pangan umumnya digunakan untuk mengatasi masalah zat gizi mikro pada jangka menengah dan panjang. Fortifikasi pangan yang dilakukan dalam beberapa bahan pangan salah satunya adalah Vitamin A pada minyak dan Yodium pada garam. Fortifikasi tersebut dilakukan oleh pemerintah karena penyakit katarak dan gondok banyak terjadi pada tahu 1990-an sehingga … Continue reading “Fortifikasi Pangan sebagai Solusi Pintar Masalah Gizi”

Mari mengenal Anorexia Nervousa, Si Kurus yang Berlebihan

Posted on   Leave a comment on Mari mengenal Anorexia Nervousa, Si Kurus yang Berlebihan

BANDUNG- Anorexia Nervuosa merupakan salah satu penyakit kronis yang didefinisikan sebagai gangguan perilaku makan atau perilaku dalam mengkontrol berat badan. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 4th Edition (DSM-IV) mengklasifikasikan ada tiga jenis gangguan makan yaitu anorexia nervosa (AN), bulimia nervosa (BN), dan binge-eating disorder (BED). AN ditandai dengan keengganan untuk menetapkan berat badan normal, penyimpangan pandangan terhadap tubuh, ketakutan ekstrim menjadi gemuk, dan perilaku makan yang sangat terganggu. BN ditandai dengan perilaku makan dalam jumlah yang besar yang … Continue reading “Mari mengenal Anorexia Nervousa, Si Kurus yang Berlebihan”

Mari mengenal Stunting

Posted on   Leave a comment on Mari mengenal Stunting

BANDUNG-Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Ibu yang pendek, jarak kehamilan yang terlalu dekat, ibu yang masih remaja, serta asupan … Continue reading “Mari mengenal Stunting”

Menurutkan Berat Badan dengan Konsumsi Serat

Posted on   Leave a comment on Menurutkan Berat Badan dengan Konsumsi Serat

BANDUNG-Serat menjadi salah satu zat gizi yang dapat dikonsumsi untuk menurunkan gejala beberapa penyakit tidak menular termasuk obesitas. Serat terbagi menjadi dua jenis yaitu serta larut dan tidak larut. Serat larut yang mengandung pektin dan gum dapat membantu menurunkan berat badan. Contoh makanan yang masuk kedalam golongan serat larut diantaranya adalah kacang-kacangan. Serat larut air (soluble fiber), seperti pektin serta beberapa hemiselulosa mempunyai kemampuan menahan air dan dapat membentuk cairan kental dalam saluran pencernaan. Sehingga makanan kaya akan serat, waktu … Continue reading “Menurutkan Berat Badan dengan Konsumsi Serat”

Serat sebagai Efek Pancahar

Posted on   Leave a comment on Serat sebagai Efek Pancahar

BANDUNG-Serat terbagi menjadi dua jenis yaitu serat larut dan tidak larut. Serat tidak larut mengandung lignin, selulosa dan hemiselulosa yang dapat berfungsi sebagai efek pencahar. Sayur dan buah merupakan salah satu contoh makanan yang menjadi bagian serta tidak larut. Disisi lain serat tidak larut dapat membantu proses pembersihan usus dan pencernaan makanan. Efek pencahar tersebut berhubungan dengan kekambaan feses yang disebabkan oleh adanya serat. Feses yang kamba (volumeuos) akan mempersingkat waktu transit. Semua makanan kaya serat akan meningkatkan kekambaan feses. … Continue reading “Serat sebagai Efek Pancahar”