Penulis: Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, M.K.M
Habibah Abidin, M.Gz
Setiap tanggal 10 Mei, dunia memperingati Hari Lupus Sedunia, sebuah momentum penting untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit autoimun yang kompleks ini. Lupus, atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE), adalah kondisi di mana sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri, menyebabkan peradangan dan kerusakan pada berbagai organ. Meskipun belum ada obat untuk lupus, pengelolaan yang tepat, termasuk pola makan yang sehat, dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita.
Mengapa Nutrisi Penting bagi Penderita Lupus?
Pola makan yang seimbang dan bergizi dapat membantu:
- Mengurangi peradangan: Beberapa makanan memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu menekan aktivitas sistem imun yang berlebihan.
- Mendukung kesehatan tulang: Obat-obatan seperti kortikosteroid yang sering digunakan dalam pengobatan lupus dapat meningkatkan risiko osteoporosis.
- Menjaga kesehatan jantung: Penderita lupus memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit kardiovaskular.
- Mengelola efek samping obat: Beberapa obat dapat mempengaruhi nafsu makan, berat badan, dan metabolisme.
Makanan yang Dianjurkan
- Ikan berlemak: Seperti salmon, makarel, dan sarden, kaya akan asam lemak omega-3 yang memiliki efek antiinflamasi
- Buah dan sayuran berwarna-warni: Mengandung antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif.
- Biji-bijian utuh: Seperti beras merah dan quinoa, menyediakan serat dan nutrisi penting.
- Produk susu rendah lemak atau alternatif yang diperkaya kalsium dan vitamin D: Mendukung kesehatan tulang.
- Kacang-kacangan dan biji-bijian: Sumber protein nabati dan lemak sehat.
Makanan yang Sebaiknya Dihindari
- Alfalfa sprouts: Mengandung L-canavanine yang dapat memicu flare lupus.
- Bawang putih: Dapat merangsang sistem imun secara berlebihan.
- Sayuran nightshade: Seperti tomat, terong, dan paprika, yang pada beberapa individu dapat memperparah gejala
- Makanan tinggi lemak jenuh dan trans: Seperti makanan cepat saji dan olahan, meningkatkan risiko penyakit jantung.
- Garam berlebihan: Dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani ginjal.
Tips Praktis
- Konsultasi dengan ahli gizi: Untuk mendapatkan rencana makan yang sesuai dengan kebutuhan individu.
- Catat makanan dan gejala: Membantu mengidentifikasi makanan yang memicu flare.
- Hindari diet ekstrem: Fokus pada pola makan seimbang dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Meskipun tidak ada diet khusus untuk lupus, pola makan yang sehat dan seimbang dapat memainkan peran penting dalam pengelolaan gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Dengan memahami makanan yang dianjurkan dan yang sebaiknya dihindari, serta bekerja sama dengan profesional kesehatan, penderita lupus dapat mengambil langkah proaktif dalam mendukung kesehatan mereka.
Referensi:
- Lupus Foundation of America. (2024). Diet and Nutrition with Lupus. Retrieved from https://www.lupus.org/resources/diet-and-nutrition-with-lupusLupus Foundation of America+1Dr. Axe+1
- Cleveland Clinic. (2025). Lupus Diet: What Foods To Eat and Avoid. Retrieved from https://health.clevelandclinic.org/lupus-dietCleveland Clinic+1BlackDoctor.org+1
- WebMD. (2023). Lupus Diet and Nutrition. Retrieved from https://www.webmd.com/lupus/nutrition-lupusWebMD
- Medical News Today. (2024). Lupus diet: What to include and what to avoid. Retrieved from https://www.medicalnewstoday.com/articles/lupus-dietMedical News Today
- Johns Hopkins Lupus Center. (n.d.). Diet. Retrieved from https://www.hopkinslupus.org/lupus-info/lifestyle-additional-information/lupus-diet/
