
Bandung, 1 Juli 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Buah Nasional yang jatuh pada bulan Juli, Tim Redaksi Website Prodi Gizi melakukan wawancara eksklusif dengan Ahdiyatul Fauza, M.Gz, dosen Gizi dan praktisi di bidang gizi masyarakat. Wawancara ini bertujuan menggali lebih dalam potensi buah-buahan lokal Indonesia sebagai sumber serat dan antioksidan alami yang dapat diandalkan dalam pola makan masyarakat sehari-hari.
Menurut Ahdiyatul, Indonesia memiliki kekayaan buah lokal yang luar biasa baik dari sisi keberagaman maupun kandungan gizinya. Beberapa buah yang ia soroti adalah buah merah Papua, buah naga merah, durian, matoa, dan nangka, yang dinilai memiliki profil gizi tinggi dan mudah diakses oleh masyarakat lokal.
“Kita sering terpaku pada buah impor sebagai sumber antioksidan. Padahal buah lokal kita seperti buah merah mengandung beta-karoten sangat tinggi, bahkan hingga 7.000 ppm. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan banyak buah tropis lainnya,” jelas Ahdiyatul.
Selain beta-karoten, Ahdiyatul juga menjelaskan bahwa banyak buah Nusantara mengandung senyawa fenolik, vitamin C, dan serat pangan larut yang mendukung fungsi saluran cerna, imunitas, dan pengendalian kadar kolesterol darah. Misalnya, buah naga merah kaya antosianin dan serat, sementara nangka mengandung lignin yang bermanfaat bagi pencernaan.
Namun, Ahdiyatul menyayangkan bahwa buah lokal seringkali kurang mendapat perhatian karena kalah pamor dari buah impor. Padahal dari sisi bioavailabilitas dan fungsi biologis, banyak buah lokal justru lebih unggul jika dikonsumsi segar dan tidak melalui proses pengolahan panjang.
“Buah lokal kita bukan hanya soal gizi, tapi juga soal identitas budaya dan kemandirian pangan. Mengonsumsi buah lokal berarti juga ikut mendukung petani dan ekonomi lokal,” tambahnya.
Sebagai penutup, Ahdiyatul mengajak masyarakat dan institusi pendidikan untuk terus mempromosikan konsumsi buah lokal melalui edukasi publik, kampanye pangan sehat, dan inovasi produk berbasis buah Nusantara.
Liputan ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Gizi dalam mengangkat isu-isu strategis terkait pangan lokal, gizi seimbang, dan kesehatan masyarakat melalui pendekatan yang berbasis bukti dan wawasan praktis dari para ahli di bidangnya.
