Peran Penting Gizi dalam Pencegahan Tuberculosis (TBC) pada Peringatan Hari TBC Sedunia

Bandung, 24 Maret 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Tuberculosis (TBC) Sedunia yang jatuh pada 24 Maret, Program Studi Gizi Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengingatkan masyarakat akan pentingnya peran gizi dalam pencegahan dan pengobatan Tuberculosis. TBC tetap menjadi masalah kesehatan global yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, dan pola makan yang sehat adalah salah satu langkah penting dalam mendukung pemulihan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit ini.

Tema peringatan Hari TBC Sedunia tahun ini mengangkat fokus pada pencegahan melalui kesadaran akan pola hidup sehat dan gizi yang tepat. TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang paling sering menyerang paru-paru, namun juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya. Meskipun TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, nutrisi yang buruk dapat memperburuk kondisi pasien, mempengaruhi sistem imun, dan memperlambat proses pemulihan.

Peran Gizi dalam Menjaga Sistem Imun

Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, S.KM., M.K.M, dosen Prodi Gizi UPI, menjelaskan bahwa asupan gizi yang tepat sangat penting bagi mereka yang berisiko atau sedang menjalani pengobatan TBC. “Nutrisi yang seimbang memainkan peran penting dalam memperkuat sistem imun tubuh. Pasien TBC membutuhkan makanan yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral untuk mendukung proses penyembuhan dan mencegah penurunan berat badan yang sering terjadi pada penderita TBC,”.

Beberapa nutrisi penting yang berperan dalam meningkatkan sistem imun dan mencegah TBC antara lain:

  1. Protein: Membantu memperbaiki jaringan tubuh dan memproduksi antibodi. Sumber protein seperti telur, ikan, daging, dan kacang-kacangan sangat dianjurkan.
  2. Vitamin A, C, dan E: Bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan. Buah-buahan seperti jeruk, mangga, dan sayuran hijau adalah sumber vitamin yang baik.
  3. Zinc (Seng): Mineral ini penting untuk fungsi kekebalan tubuh. Zinc dapat ditemukan dalam daging, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
  4. Vitamin D: Selain mendukung kesehatan tulang, vitamin D juga berperan dalam meningkatkan respons imun terhadap infeksi. Sinar matahari pagi adalah sumber alami vitamin D.

Pola Makan Sehat sebagai Langkah Pencegahan

Selain bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan, pola makan sehat juga berperan dalam mencegah infeksi TBC, terutama bagi mereka yang berada di kelompok berisiko tinggi. Orang-orang dengan sistem imun yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, perokok, atau mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TBC, harus menjaga pola makan yang sehat dan bergizi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka.

“Pencegahan TBC tidak hanya bergantung pada vaksinasi dan pengobatan, tetapi juga pada pengelolaan gizi yang baik. Mengonsumsi makanan bergizi yang seimbang dan menghindari pola makan yang tidak sehat dapat membantu mencegah tubuh menjadi rentan terhadap infeksi,” tambah Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, S.KM., M.K.M

Tantangan dan Harapan

Meskipun peran gizi dalam pencegahan TBC sudah banyak diketahui, tantangan seperti kemiskinan, ketidaksetaraan akses pangan, dan kurangnya edukasi masih menjadi penghambat. “Kami berharap melalui peringatan Hari TBC Sedunia ini, kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dapat meningkat. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat dibutuhkan,,” tutup Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, S.KM., M.K.M,

Program Studi Gizi FPOK UPI  turut berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi dalam pencegahan penyakit, termasuk TBC. Melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, diharapkan kontribusi nyata dapat diberikan untuk menekan angka kejadian TBC di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *