Figur Ayah dalam Gizi Keluarga: Pilar Penting di Balik Meja Makan

Oleh: Asti Dewi Rahayu Fitraningsih, M.K.M dan Habibah Abidin, M.Gz

Dosen Program Studi Gizi FPOK UPI

Setiap tanggal 16 Juni, dunia memperingati Hari Ayah Sedunia, sebuah momentum penting untuk mengapresiasi peran ayah dalam kehidupan keluarga. Selama ini, figur ayah kerap dikaitkan dengan peran pencari nafkah dan pelindung keluarga. Namun, di era modern yang menekankan pendekatan keluarga holistik, peran ayah semakin diakui dalam berbagai aspek—termasuk dalam pembentukan kebiasaan makan sehat di rumah.

Kebiasaan makan bukan hanya soal makanan yang disajikan, tetapi juga bagaimana pola makan itu dicontohkan, dibiasakan, dan dibangun bersama. Di sinilah peran ayah menjadi sangat strategis.

Ayah: Role Model Gizi Sehat di Rumah

Anak-anak belajar banyak dari pengamatan. Ketika ayah menunjukkan kebiasaan makan sehat—seperti makan sayur, memilih air putih dibanding minuman manis, atau menikmati makanan rumah dibanding fast food—anak akan cenderung meniru. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki figur ayah dengan perilaku makan sehat, cenderung memiliki kebiasaan makan yang lebih baik dan risiko obesitas lebih rendah. Contoh peran ayah dalam membentuk kebiasaan makan sehat:

  • Menyempatkan waktu makan bersama keluarga secara rutin
  • Tidak melewatkan sarapan
  • Mendukung konsumsi buah dan sayur dalam menu harian
  • Menghindari komentar negatif tentang makanan (misalnya: “Jangan makan sayur, Ayah juga nggak suka”)

Makan Bersama = Edukasi Gizi yang Efektif

Kegiatan makan bersama keluarga memiliki banyak manfaat:

  • Meningkatkan kedekatan emosional
  • Membentuk rutinitas makan yang teratur
  • Mengurangi kecenderungan anak mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak
  • Membuka ruang diskusi santai tentang pentingnya makanan sehat

Dalam konteks ini, kehadiran ayah sangat penting. Bahkan satu atau dua kali makan bersama dalam seminggu sudah cukup untuk memberi pengaruh positif.

Peran Ayah dalam Pengambilan Keputusan Gizi

Di banyak keluarga, ayah memiliki pengaruh besar terhadap:

  • Pemilihan bahan makanan saat belanja
  • Anggaran belanja dapur
  • Gaya hidup keluarga secara umum, termasuk pola makan di luar rumah dan konsumsi jajanan anak

Jika ayah memiliki pemahaman gizi dasar yang baik, maka keputusan-keputusan ini akan mengarah pada pilihan yang lebih sehat dan bijak.

Apa Kata Penelitian?

  • Studi dalam Appetite Journal (2021) menemukan bahwa keterlibatan ayah dalam penyusunan menu harian meningkatkan asupan serat dan menurunkan konsumsi gula pada anak.
  • Studi lain oleh Vollmer & Mobley (2013) menyebutkan bahwa anak-anak dengan ayah yang aktif dalam aktivitas makan keluarga memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang lebih sehat.

Kesimpulan: Ayah Sehat, Keluarga Hebat

Hari Ayah Sedunia adalah momen yang tepat untuk menegaskan bahwa membangun kebiasaan makan sehat bukan hanya tugas ibu atau ahli gizi, tetapi tanggung jawab bersama—termasuk ayah. Peran ayah yang aktif, suportif, dan menjadi panutan akan memperkuat fondasi kesehatan keluarga sejak dini.

Mari rayakan Hari Ayah bukan hanya dengan ucapan terima kasih, tetapi juga dengan mengajak ayah untuk menjadi bagian dari perjalanan gizi sehat keluarga.

Referensi Ilmiah:

  1. Vollmer, R. L., & Mobley, A. R. (2013). Parenting styles, feeding styles, and their influence on child obesogenic behaviors and body weight. Appetite, 71, 232–241. https://doi.org/10.1016/j.appet.2013.08.015
  2. Patrick, H., & Nicklas, T. A. (2005). A review of family and social determinants of children’s eating patterns and diet quality. Journal of the American College of Nutrition, 24(2), 83–92. https://doi.org/10.1080/07315724.2005.10719448
  3. Morgan, P. J., et al. (2019). Fathers and children’s eating behaviours: Evidence from interventions and observational studies. Obesity Reviews, 20(S1), 96–107. https://doi.org/10.1111/obr.12816

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *