
BANDUNG-Serat bagian dari makanan yang tidak mudah diserap dan sumbangan gizinya dapat diabaikan dan termasuk kedalam golongan karbohidrat kompleks. Serat makanan ini semakin mendapat perhatian sejak tahun 1970-an yaitu sejak kelompok peneliti Burkitt et al. (1972) dan Trowel (1972) memelopori penelitian serat dengan pendekatan epidemiologi. Hasil penemuannya menunjukkan bahwa pada masyarakat dengan western diet yang umumnya rendah serat, banyak ditemukan orang yang mengidap berbagai penyakit seperti diverticulitis (peradangan), kanker kolon, atherosklerosis, coronary heart disease, diabetes mellitus dan appendicitis (jamur).
Serat memiliki fungsi untuk melancarkan buang air besar, proses pencernaan serta berfungsi dalam mencegah penyakit tidak meular seperti diabetes mellitus dan hipertensi. Serat biasanya terdapat pada sayur dan buah, namun banyak masyarakat Indonesia yang jarang mengonsuksi sayur dan buah sehingga terus menerus dilakukan penyuluhan untuk konsumsi sayur dan buah.
Serat juga dapat membantu membersihkan usus dan membantu penyerapan zat gizi sehingga sangan penting bagi tubuh manusia.
Penulis: AdminGizi
