
Oleh: Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, M.K.M & Habibah Abidin, M.Gz
Peran Protein Hewani dalam Keamanan Pangan
Protein hewani seperti daging, telur, dan produk susu merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang menyediakan asam amino esensial dan mikronutrien penting bagi tubuh. Konsumsi protein hewani sangat penting, terutama bagi masyarakat di negara berkembang, guna memenuhi kebutuhan gizi optimal, khususnya pada anak-anak dalam masa pertumbuhan (Hinrichsen, 2020).
Tantangan Lingkungan dalam Produksi Protein Hewani
Meskipun penting secara gizi, produksi protein hewani konvensional memberikan tekanan besar pada lingkungan. Produksi daging sapi, misalnya, membutuhkan penggunaan lahan yang jauh lebih besar dibandingkan tanaman protein nabati, serta menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan (European Commission, 2024).
Inovasi untuk Produksi Protein Berkelanjutan
Berbagai inovasi kini dikembangkan untuk mengurangi dampak lingkungan dari produksi protein hewani. Salah satu contoh menarik adalah “beef rice,” beras hasil teknologi kultur sel daging sapi yang dikembangkan di Korea Selatan, yang menjanjikan jejak karbon lebih rendah daripada produksi daging sapi konvensional (Reuters, 2024).
Di Indonesia, inovasi yang dapat diterapkan meliputi budidaya protein alternatif seperti serangga konsumsi (edible insects) dan budidaya ikan berbasis teknologi akuaponik. Serangga seperti jangkrik dan ulat hongkong kaya protein dan dapat diproduksi dengan jejak lingkungan yang jauh lebih rendah dibandingkan daging sapi atau ayam. Sementara itu, teknologi akuaponik mengombinasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem tertutup yang efisien dalam penggunaan air dan lahan, serta menghasilkan protein hewani dan nabati secara bersamaan (van Huis et al., 2013; Wahyudi et al., 2021).
Menuju Sistem Pangan yang Seimbang dan Berkelanjutan
Menghadapi tantangan ini, perlu pendekatan sistem pangan yang berkelanjutan, yang memadukan kebutuhan gizi manusia dengan pelestarian lingkungan. Diversifikasi sumber protein, efisiensi produksi, serta pengurangan limbah pangan menjadi kunci utama dalam mewujudkan keberlanjutan pangan (Piercy et al., 2022).
Referensi
- European Commission. (2024). EU pumps four times more money into farming animals than growing plants. The Guardian. https://www.theguardian.com/environment/2024/apr/01/eu-four-times-more-money-farming-animals-than-growing-plants-cap-subsidy
- Hinrichsen, D. (2020). Animal source foods: Sustainability problem or malnutrition and sustainability solution? Perspective matters. Global Food Security, 25, 100325. https://doi.org/10.1016/j.gfs.2019.100325
- Piercy, E., Verstraete, W., Ellis, P. R., Rockström, J., Smith, P., Witard, O., … Guo, M. (2022). A sustainable waste-to-protein system to maximise waste resource utilisation for developing food- and feed-grade protein solutions. arXiv. https://arxiv.org/abs/2208.07703
- Reuters. (2024). South Korea scientists tout ‘beef rice’ as source of protein for the future. https://www.reuters.com/science/south-korea-scientists-tout-beef-rice-source-protein-future-2024-03-14/
- van Huis, A., van Itterbeeck, J., Klunder, H., Mertens, E., Halloran, A., Muir, G., & Vantomme, P. (2013). Edible insects: Future prospects for food and feed security. FAO Forestry Paper, (171), 1-187. http://www.fao.org/3/i3253e/i3253e.pdf
- Wahyudi, A., Sari, D. K., & Nurhidayati, S. (2021). Prospects of aquaponic system in Indonesia for sustainable fish and vegetable production. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 731, 012023. https://doi.org/10.1088/1755-1315/731/1/012023
