Membaca Label Gizi sebagai Langkah Cerdas Mendukung GERMAS

Penulis: Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, M.K.M dan Habibah Abidin, M.Gz

20 Januari 2026 — Upaya membangun masyarakat yang lebih sehat tidak hanya bergantung pada ketersediaan pangan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat memahami informasi gizi dari pangan yang dikonsumsi. Salah satu langkah sederhana namun berdampak besar dalam mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) adalah membiasakan membaca label gizi pada kemasan pangan.

Label Gizi dan Tantangan Literasi Pangan

Di tengah maraknya produk pangan kemasan, masyarakat dihadapkan pada beragam pilihan makanan dengan klaim kesehatan yang menarik. Namun, tanpa pemahaman yang memadai, konsumen berisiko salah memilih produk yang justru tinggi gula, garam, dan lemak. Literasi pangan, termasuk kemampuan membaca label gizi, menjadi kunci untuk membantu masyarakat membuat keputusan konsumsi yang lebih sehat (Campos et al., 2011).

Label gizi menyediakan informasi penting seperti takaran saji, jumlah energi, kandungan makronutrien, serta zat gizi lain yang berdampak pada kesehatan. Informasi ini sejalan dengan pesan utama GERMAS untuk membatasi konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL).

Mengapa Membaca Label Gizi Itu Penting?

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumen yang rutin membaca label gizi cenderung memiliki pola makan yang lebih sehat, asupan kalori lebih terkendali, serta risiko obesitas dan penyakit tidak menular yang lebih rendah (Cowburn & Stockley, 2005; Hawley et al., 2013).

Organisasi Kesehatan Dunia juga menegaskan bahwa pelabelan gizi merupakan salah satu strategi efektif dalam promosi kesehatan masyarakat dan pencegahan penyakit tidak menular (WHO, 2020).

Cara Membaca Label Gizi Secara Sederhana

Untuk meningkatkan literasi pangan, masyarakat dapat memulai dari langkah-langkah praktis berikut:

  1. Perhatikan Takaran Saji

Pastikan jumlah yang dikonsumsi sesuai dengan takaran saji pada label, karena kandungan gizi dihitung per sajian.

  1. Cek Kandungan Gula, Garam, dan Lemak

Bandingkan produk sejenis dan pilih yang memiliki kandungan GGL lebih rendah.

  1. Jangan Terjebak Klaim Kemasan

Klaim seperti “rendah lemak” atau “tinggi serat” perlu dikonfirmasi melalui angka pada tabel informasi nilai gizi.

  1. Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa dan Komposisi

Aspek keamanan pangan sama pentingnya dengan kandungan gizi.

Literasi Pangan untuk Perubahan Perilaku

Membaca label gizi bukan sekadar aktivitas teknis, tetapi bagian dari perubahan perilaku konsumsi. Edukasi yang berkelanjutan tentang label gizi terbukti meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong pilihan pangan yang lebih sehat (Campos et al., 2011).

Melalui GERMAS, kebiasaan sederhana ini diharapkan menjadi budaya baru yang mendukung kesehatan jangka panjang masyarakat Indonesia.

Penutup

Meningkatkan literasi pangan melalui kebiasaan membaca label gizi adalah langkah cerdas dan realistis untuk mendukung GERMAS. Dengan memahami informasi pada kemasan, masyarakat dapat lebih bijak memilih pangan, melindungi kesehatan diri dan keluarga, serta berkontribusi pada upaya pencegahan penyakit tidak menular secara nasional.

Referensi

Campos, S., Doxey, J., & Hammond, D. (2011). Nutrition labels on pre-packaged foods: A systematic review. Public Health Nutrition, 14(8), 1496–1506. https://doi.org/10.1017/S1368980010003290

Cowburn, G., & Stockley, L. (2005). Consumer understanding and use of nutrition labelling: A systematic review. Public Health Nutrition, 8(1), 21–28. https://doi.org/10.1079/PHN2004666

Hawley, K. L., et al. (2013). The science on front-of-package food labels. Public Health Nutrition, 16(3), 430–439. https://doi.org/10.1017/S1368980012000754

World Health Organization. (2020). Healthy diet. World Health Organization.

World Health Organization. (2019). Food labelling. World Health Organization.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *