
Oleh: Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, M.K.M dan Habibah Abidin, M.Gz
Bulan Ramadan merupakan momen penting bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Namun, bagi individu dengan Diabetes Mellitus Tipe 2, menjalankan puasa memerlukan perhatian khusus terhadap pola makan agar kadar gula darah tetap terkontrol dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Selama Ramadan, perubahan waktu makan dapat memengaruhi metabolisme tubuh. Oleh karena itu, penderita diabetes perlu memperhatikan jenis makanan, jumlah porsi, serta waktu konsumsi makanan agar kadar glukosa darah tetap stabil (Lessan & Ali, 2019).
Pengaturan diet yang tepat saat sahur dan berbuka dapat membantu mencegah hipoglikemia (gula darah rendah), hiperglikemia (gula darah tinggi), serta menjaga energi tubuh selama menjalankan puasa (Mohd Yusof et al., 2020).
Kebutuhan Energi dan Distribusi Makanan saat Ramadan
Pada penderita diabetes tipe 2, kebutuhan energi tetap harus disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, serta status gizi. Secara umum, distribusi energi selama Ramadan dapat dibagi menjadi beberapa waktu makan seperti berikut.
Tabel Distribusi Energi Saat Ramadan
| Waktu Makan | Persentase Energi | Tujuan |
| Sahur | 30–35% | Menyediakan energi selama puasa |
| Berbuka (takjil) | 10–15% | Mengembalikan kadar glukosa secara bertahap |
| Makan malam | 30–35% | Memenuhi kebutuhan energi utama |
| Snack malam | 10–15% | Menjaga kestabilan gula darah |
Distribusi ini membantu menjaga kestabilan kadar gula darah dan mencegah makan berlebihan saat berbuka (Evert et al., 2019).
Panduan Porsi Makanan untuk Penderita Diabetes
Berikut contoh panduan porsi makanan yang dianjurkan dalam satu kali makan utama.
Tabel Porsi Makan Sekali Makan
| Kelompok Makanan | Porsi (URT) | Contoh |
| Karbohidrat kompleks | 1 porsi (±150 g nasi / 1 centong besar) | nasi merah, kentang, roti gandum |
| Protein hewani | 1 potong sedang (±60 g) | ikan, ayam tanpa kulit |
| Protein nabati | 1 potong sedang (±50 g) | tempe, tahu |
| Sayuran | 1–2 mangkuk kecil (±100–150 g) | bayam, brokoli, wortel |
| Buah | 1 porsi | apel sedang, 1 potong pepaya |
| Lemak sehat | 1 sdm | minyak zaitun, kacang |
Porsi tersebut membantu memenuhi kebutuhan gizi tanpa meningkatkan kadar gula darah secara berlebihan.
Tips Makanan Sahur bagi Penderita Diabetes
- Memilih Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga kestabilan kadar gula darah lebih lama.
Contoh sumber karbohidrat kompleks:
- nasi merah
- oatmeal
- roti gandum
- kentang rebus
- Mengonsumsi Protein yang Cukup
Protein membantu memberikan rasa kenyang lebih lama serta menjaga massa otot selama puasa.
Contoh sumber protein:
- telur
- ikan
- ayam tanpa kulit
- tempe dan tahu
- Mengonsumsi Sayur dan Buah
Serat dalam sayur dan buah membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah (Sadeghirad et al., 2014).
- Memenuhi Kebutuhan Cairan
Penderita diabetes disarankan tetap memenuhi kebutuhan cairan minimal 8 gelas air per hari antara waktu berbuka hingga sahur.
Tips Berbuka Puasa bagi Penderita Diabetes
- Berbuka Secara Bertahap
Disarankan memulai berbuka dengan:
- air putih
- 1–2 buah kurma
Kurma mengandung gula alami yang dapat membantu meningkatkan energi secara cepat namun tetap perlu dibatasi (Norouzy et al., 2013).
- Menghindari Minuman Tinggi Gula
Minuman seperti sirup, es teh manis, atau minuman bersoda sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan gula darah dengan cepat.
- Memilih Metode Pengolahan Sehat
Metode memasak yang dianjurkan:
- dikukus
- direbus
- dipanggang
Contoh Menu 1 Hari untuk Penderita Diabetes saat Ramadan (dengan URT)
Menu Sahur
- nasi merah 1 centong besar (±150 g)
- ikan panggang 1 potong sedang (±60 g)
- tempe 1 potong sedang (±50 g)
- tumis bayam 1 mangkuk kecil (±100 g)
- pepaya 1 potong sedang (±100 g)
- air putih 1–2 gelas (250–500 ml)
Menu Berbuka (Takjil)
- air putih 1 gelas (250 ml)
- kurma 2 buah ukuran sedang
- sup sayur 1 mangkuk kecil (200 ml)
Menu Makan Malam
- nasi merah 1 centong besar (±150 g)
- ayam panggang tanpa kulit 1 potong sedang (±60 g)
- tumis brokoli dan wortel 1 mangkuk kecil (±100 g)
- tahu 1 potong sedang (±50 g)
- air putih 1 gelas (250 ml)
Snack Malam
- yogurt rendah lemak 1 gelas kecil (150 ml)
- apel 1 buah ukuran sedang
- kacang almond 1 sendok makan (±10 g)
Snack malam membantu menjaga kestabilan gula darah hingga waktu sahur.
Kesimpulan
Penderita diabetes tipe 2 tetap dapat menjalankan puasa Ramadan dengan aman apabila memperhatikan pola makan yang tepat. Pemilihan makanan dengan indeks glikemik rendah, konsumsi protein dan serat yang cukup, serta pengaturan porsi makan sangat penting untuk menjaga kestabilan kadar gula darah selama puasa.
Selain itu, penderita diabetes disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menjalankan puasa agar kondisi kesehatan tetap terpantau dengan baik.
Daftar Pustaka
Evert, A. B., Dennison, M., Gardner, C. D., Garvey, W. T., Lau, K. H., MacLeod, J., Mitri, J., Pereira, R. F., Rawlings, K., Robinson, S., Saslow, L., Uelmen, S., Urbanski, P., & Yancy, W. S. (2019). Nutrition therapy for adults with diabetes or prediabetes: A consensus report. Diabetes Care, 42(5), 731–754. https://doi.org/10.2337/dci19-0014
Lessan, N., & Ali, T. (2019). Energy metabolism and intermittent fasting: The Ramadan perspective. Nutrients, 11(5), 1192. https://doi.org/10.3390/nu11051192
Mohd Yusof, B. N., Ismail, M., Sharifuddin, A., & Kamaruddin, N. A. (2020). Comparison of structured nutrition therapy for Ramadan with standard care in type 2 diabetes patients. Nutrients, 12(3), 813. https://doi.org/10.3390/nu12030813
Norouzy, A., Salehi, M., Philippou, E., Arabi, H., Shiva, F., Mehrnoosh, S., Mohajeri, S. M., Mohajeri, S. A., Motaghedi Larijani, A., & Nematy, M. (2013). Effect of fasting in Ramadan on body composition and nutritional intake: A prospective study. Journal of Human Nutrition and Dietetics, 26(S1), 97–104. https://doi.org/10.1111/jhn.12042
Sadeghirad, B., Motaghipisheh, S., Kolahdooz, F., Zahedi, M. J., & Haghdoost, A. A. (2014). Islamic fasting and weight loss: A systematic review and meta-analysis. Public Health Nutrition, 17(2), 396–406. https://doi.org/10.1017/S1368980012005046
