
(BANDUNG) Tahukah kalian bahwa pada tahun 1900 an wanita tidak diizinkan untuk melakukan olahraga karena dianggap memiliki tubuh yang rentan serta lebih baik melakukan kegitan-kegiatan rumah tangga seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah dan lain sebagainya. Namun, sejak berdirinya komisi khusus Women in Sport pada International Olympic Committee keterlibatan Wanita dalam dunia olahraga terutama olahraga prestasi mulai meningkat walau masih terdapat kesenjangan terutama terkait dana yang diberikan antara atlet Wanita dan atlet pria yang mulai dikaji Kembali pada tahun 1970 an.
Diketahui bahwa dari sisi fisiologis, diameter dan total masa serubut otot wanita dapat ditingkatkann dengan latihan yang sistematis, tetapi tidak dapat menyamai kaum pria karena kadar testoteronnya relatif rendah dari kaum pria.
Lemak tubuh yang tinggi pada wanita sangat bermanfaat untuk daya apung dan sekaligus merupakan faktor penunjang keunggulan penampilan perenang-perenang jarak ultra jauh
Sehingga seiring berjalannya waktu mulai ada banyak cabang olahraga yang banyak diisi oleh atlet wanita seperti cabang olahraga renang, atletik, senam dan lain sebagainya.
