WASPADA DBD DI MUSIM HUJAN: PERAN GIZI DALAM MENDUKUNG PEMULIHAN DAN IMUNITAS

Penulis: Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, M.K.M dan Habibah Abidin, M.Gz

Bandung, 8 Februari 2026 — Musim hujan yang tiba membawa keindahan sekaligus risiko kesehatan, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini sering meningkat saat curah hujan tinggi karena genangan air menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Selain langkah pencegahan lingkungan, pola makan seimbang memegang peran penting dalam mendukung imunitas tubuh dan pemulihan pasien DBD.

DBD dan Tantangan Musim Hujan

DBD ditandai dengan demam tinggi mendadak, nyeri sendi dan otot, serta munculnya bintik merah pada kulit. Pada kasus berat, penyakit ini dapat menyebabkan penurunan trombosit dan perdarahan. Penanganan medis yang cepat sangat penting, namun dukungan gizi yang tepat juga menjadi faktor kunci dalam mempercepat pemulihan dan menjaga daya tahan tubuh.

Peran Gizi dalam Pemulihan dan Imunitas

Tubuh yang kekurangan nutrisi akan lebih sulit melawan infeksi dan pulih dari penyakit. Nutrisi berperan dalam beberapa mekanisme penting:

  • Mendukung produksi sel darah: vitamin B kompleks, zat besi, dan protein membantu pembentukan sel darah merah dan trombosit.
  • Menguatkan sistem imun: vitamin C, vitamin E, seng (zinc), dan selenium meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi.
  • Mencegah komplikasi: asupan cairan, elektrolit, dan mineral menjaga keseimbangan tubuh dan mencegah dehidrasi.

Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang seimbang dapat mempercepat pemulihan pasien DBD dan membantu tubuh lebih tangguh menghadapi infeksi virus.

Contoh Aplikasi Gizi Seimbang untuk Pencegahan dan Pemulihan DBD

  1. Perbanyak buah kaya vitamin C

Konsumsi jeruk, jambu biji, mangga, atau pepaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu produksi sel darah.

  1. Protein sehat untuk regenerasi sel

Ikan, ayam tanpa kulit, telur, dan tahu/tempe mendukung pembentukan trombosit dan sel darah.

  1. Hidrasi dan elektrolit

Minum air putih cukup, jus buah segar, atau oralit (jika dokter menyarankan) untuk mencegah dehidrasi akibat demam tinggi.

  1. Sayur berwarna untuk antioksidan

Bayam, brokoli, wortel, dan tomat mengandung vitamin A, C, dan antioksidan lain yang membantu melawan radikal bebas dan mendukung sistem imun.

  1. Hindari makanan olahan berlebihan

Makanan tinggi gula, lemak trans, atau MSG dapat menekan imunitas dan memperlambat pemulihan.

Kesimpulan

Musim hujan menuntut kewaspadaan ekstra terhadap DBD. Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat dapat meningkatkan ketahanan tubuh melalui gizi seimbang. Pilihan makanan bergizi tidak hanya membantu pemulihan pasien DBD, tetapi juga menjaga imunitas tubuh agar lebih tangguh menghadapi penyakit. Dengan langkah sederhana namun konsisten, kombinasi pencegahan lingkungan dan pola makan sehat menjadi strategi efektif melawan DBD di musim hujan

Daftar Pustaka

Guzman, M. G., & Harris, E. (2015). Dengue. The Lancet, 385(9966), 453–465. 

Simmons, C. P., Farrar, J. J., van Vinh Chau, N., & Wills, B. (2012). Dengue. New England Journal of Medicine, 366(15), 1423–1432

FAO & WHO. (2019). Nutrition and immunity in the context of dengue fever.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *