
Oleh: Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, M.K.M & Habibah Abidin, M.Gz
Di Hari Cucu Nasional, kita merayakan ikatan emosional yang hangat antara generasi berbeda. Namun, peran mulia kakek dan nenek dalam keluarga bukan hanya soal cerita dan pelukan—mereka juga berperan besar dalam membentuk pola makan anak cucu. Memasukkan snack manis saat berkumpul atau membiasakan sayur saat santap bersama, kebiasaan tersebut memberi dampak panjang pada kesehatan anak.
Peran Kakek-Nenek sebagai “Nutritional Gatekeeper”
Kakek dan nenek sering menjadi penjaga rumah tangga dalam urusan makanan—mulai perencanaan menu, memasak, hingga menentukan waktu makan (Jongenelis & Budden, 2023). Mereka membentuk lingkungan makan yang mempengaruhi preferensi anak, misalnya mendorong variasi makanan sehat atau menyediakan camilan tinggi kalori (Jongenelis & Budden, 2023).
Dampak Positif dan Tantangan yang Dihadapi
Menurut Jongenelis et al. (2023), sebagian besar kakek-terlibat aktif memasok makanan sehat—buah, sayur, susu—potensi positif bagi gizi anak. Namun, fenomena “memanjakan lewat makanan” masih terjadi, dimana kakek-nenek sering memberikan snack tinggi gula dan lemak karena alasan kasih sayang, yang bisa mengarah ke kegemukan dan kebiasaan makan tidak sehat (Jongenelis & Budden, 2023; Jiang, J., et al, 2007).
Di Tiongkok, studi menemukan bahwa keberadaan kakek-nenek dalam rumah tangga 3-generasi dikaitkan dengan kecenderungan anak mengalami kegemukan, dengan OR 1,72–2,03 (Li, B., Adab, P., & Cheng, K. K, 2015)
Strategi Menyeimbangkan Gizi Lintas Generasi
- Tingkatkan literasi gizi kakek dan nenek, agar mereka memahami pentingnya porsi seimbang dan ragam pangan bergizi.
- Libatkan mereka dalam kegiatan makan keluarga, seperti memasak bersama, agar mereka dapat belajar model makan sehat anak-anak (Jongenelis & Budden, 2023).
- Bangun kesepakatan keluarga, atur cakupan camilan dan pola makan saat kumpul, agar tujuan gizi tetap terjaga tanpa menghilangkan kasih sayang.
- Sertakan kakek-nenek dalam edukasi gizi formal, seperti workshop komunitas, agar mereka menjadi bagian dari solusi bukan tantangan (Schneiders et al., 2021).
Penutup
Kakek dan nenek punya peran unik dalam membentuk gizi anak cucu—mereka bukan hanya pemberi cinta, tapi juga penjaga gizi keluarga. Dengan pengetahuan yang tepat, kasih sayang dapat menjadi media efektif menanamkan pola makan sehat. Ini saatnya kita menjaga kedekatan antar generasi dalam bingkai gizi seimbang, agar cinta dan kesehatan tumbuh beriringan.
Referensi
- Jongenelis, M. I., & Budden, T. (2023). The influence of grandparents on children’s dietary health: A narrative review.Current Nutrition Reports, 12(3), 395–406. https://doi.org/10.1007/s13668-023-00483-y
- Jiang, J., Rosenqvist, U., Wang, H., Greiner, T., Lian, G., & Sarkadi, A. (2007). Influence of grandparents on eating behaviors of young children in Chinese three-generation families. Appetite, 48(3), 377–383. https://doi.org/10.1016/j.appet.2006.10.004
- Li, B., Adab, P., & Cheng, K. K. (2015). The role of grandparents in childhood obesity in China – evidence from a mixed methods study. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 12, Article 91. https://doi.org/10.1186/s12966-015-0251-z
- Schneiders, M., et al. (2021). Grandparent caregiving in skip-generation households and child nutrition. Maternal & Child Nutrition.
- (n.d.). Parental modelling of children’s eating. Retrieved from https://www.eufic.org/en/healthy-living/article/parental-influence-on-childrens-food-preferences-and-energy-intake
- Lewin, K. (1943). Nutritional gatekeeper concept. Dalam Wm. Alex McIntosh & Mary Zey (Eds.), Food and gender identity and power (hal. 37). Taylor & Francis.
- World Health Organization. (2022). Promoting fruit and vegetable consumption around the world.
