Gizi dan Ketahanan Pangan Keluarga: Menghadapi Inflasi Bahan Pangan Lewat Urban Farming

Oleh: Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, M.K.M & Habibah Abidin, M.Gz

Di tengah meningkatnya inflasi bahan pangan, keluarga Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan gizi harian. Ketergantungan pada pangan pasar yang rentan terhadap fluktuasi harga menimbulkan kerentanan gizi, terutama bagi keluarga di perkotaan. Di sinilah urban farming (pertanian perkotaan) hadir sebagai salah satu solusi berbasis rumah tangga yang berpotensi mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan akses terhadap pangan bergizi.

Urban farming mengacu pada praktik menanam sayuran, buah, atau memelihara ternak dalam ruang terbatas di lingkungan urban, seperti pekarangan, balkon, atau atap rumah. Praktik ini tidak hanya mengurangi beban belanja rumah tangga, tetapi juga mendorong konsumsi pangan segar yang kaya zat gizi penting seperti serat, vitamin, dan mineral.

Urban Farming sebagai Strategi Ketahanan Gizi

Menurut Badan Pusat Statistik (2023), kenaikan harga pangan terutama pada sayuran, telur, dan bahan pokok lain berdampak signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga. Dalam kondisi ini, urban farming menawarkan solusi nyata yang berkelanjutan. Penelitian oleh Laili et al. (2023) menunjukkan bahwa urban farming dapat meningkatkan ketersediaan pangan segar di tingkat rumah tangga serta mendorong pola makan sehat berbasis pangan lokal.

Selain itu, praktik pertanian rumah ini dapat menjadi media edukatif bagi anak dan anggota keluarga, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat ikatan sosial antarwarga melalui kegiatan komunitas urban farming.

Manfaat Lingkungan dan Sosial

Dari perspektif lingkungan, urban farming mendukung konsep ekonomi sirkular, yaitu penggunaan kembali limbah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos. Hal ini berdampak pada pengurangan sampah dan penghematan energi. Studi oleh Mongabay Indonesia (2022) juga menyoroti bahwa urban farming dapat berkontribusi terhadap penyerapan karbon dan ketahanan iklim di kota besar.

Urban Farming dan Efisiensi Ekonomi Keluarga

Dalam laporan Antara News (2022), Bank Indonesia mencatat bahwa praktik urban farming di sejumlah daerah berhasil menekan pengeluaran pangan masyarakat dan membantu menjaga stabilitas inflasi daerah. Beberapa keluarga bahkan berhasil menjual kelebihan hasil panen sebagai tambahan penghasilan.

Kesimpulan

Urban farming adalah bentuk adaptasi rumah tangga terhadap krisis pangan dan gizi yang sedang dan akan terus dihadapi akibat inflasi serta perubahan iklim. Dengan pemanfaatan lahan sempit dan pendekatan kreatif, keluarga Indonesia dapat membangun sistem pangan mikro yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan. Integrasi kebijakan lokal serta edukasi publik yang memadai akan menjadi kunci keberhasilan program ini dalam skala yang lebih luas.

Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *