Nutrisi Sebelum dan Sesudah Donor Darah: Apa yang Perlu Diketahui?

Memperingati Hari Donor Darah Sedunia – 14 Juni

Oleh: Asti Dewi Rahayu Fitraningsih, M.K.M dan Habibah Abidin, M.Gz

Dosen Program Studi Gizi FPOK UPI

Setiap tanggal 14 Juni, dunia memperingati Hari Donor Darah Sedunia sebagai bentuk penghargaan kepada para pendonor darah sukarela dan ajakan kepada masyarakat untuk turut serta dalam aksi kemanusiaan ini. Di balik kegiatan donor darah yang tampak sederhana, ada peran penting dari nutrisi yang baik agar proses donor berlangsung aman dan nyaman, serta mendukung pemulihan tubuh pascadonasi.

Sebagai dosen dan akademisi di bidang gizi, kami ingin berbagi wawasan ilmiah dan praktis tentang asupan gizi sebelum dan sesudah donor darah—informasi yang sering kali belum banyak diketahui publik.

Sebelum Donor Darah: Nutrisi Penentu Kelayakan

  1. Konsumsi Zat Besi Tinggi

Zat besi diperlukan untuk pembentukan hemoglobin, komponen utama dalam darah yang diukur sebelum donor. Tanpa asupan zat besi yang cukup, calon pendonor bisa dinyatakan tidak memenuhi syarat. Sumber hewani (heme iron): hati ayam, daging merah, ikan laut
Sumber nabati (non-heme iron): bayam, brokoli, tahu, kacang-kacangan (konsumsi dengan vitamin C untuk membantu penyerapan)

  1. Hindari Makanan Tinggi Lemak

Lemak dalam darah dapat membuat sampel darah menjadi lipemik, mengganggu proses penyaringan dan menyebabkan darah tidak layak pakai.

  1. Cukupi Cairan

Dehidrasi bisa menyebabkan tekanan darah turun setelah donor. Minumlah minimal 500–600 ml air 1–2 jam sebelum donor.

  1. Sarapan atau Makan Ringan

Datang donor dalam keadaan perut kosong bisa menimbulkan pusing atau lemas. Konsumsi karbohidrat kompleks, protein ringan, dan buah sebelum donor sangat dianjurkan.

 

Sesudah Donor Darah: Nutrisi untuk Pemulihan

  1. Kembalikan Cadangan Zat Besi

Sekitar 220–250 mg zat besi hilang tiap kali donor darah. Maka, makanan kaya zat besi dan suplemen zat besi jika diperlukan sangat disarankan pascadonasi.

  1. Asam Folat dan Vitamin B12

Dua mikronutrien ini penting untuk regenerasi sel darah merah. Sumber alami: sayuran hijau, jeruk, alpukat, telur, susu.

  1. Minuman Manis dan Istirahat

Setelah donor, konsumsi camilan dan minuman manis dapat menstabilkan gula darah. Hindari aktivitas berat setidaknya 24 jam pascadonor.

Kapan Tidak Boleh Donor?

  • Hemoglobin rendah (<12,5 g/dL untuk perempuan)
  • Sedang demam atau infeksi
  • Kurang tidur atau kurang asupan makanan
  • Baru melakukan donor kurang dari 2 bulan sebelumnya

Kesimpulan: Nutrisi dan Donor, Dua Sisi yang Saling Mendukung

Mendonor darah adalah aksi yang mulia, namun juga perlu dilakukan dengan kesadaran akan kesehatan diri. Nutrisi yang tepat sebelum dan sesudah donor akan membuat pengalaman ini tidak hanya aman, tetapi juga menyenangkan. Dalam momentum Hari Donor Darah Sedunia, mari kita jadikan aksi donor sebagai bagian dari gaya hidup sehat—bukan hanya untuk orang lain, tetapi juga untuk diri sendiri.

 Referensi Ilmiah

  1. Mast, A. E., et al. (2020). The benefits of iron supplementation following blood donation vary with baseline iron status. American Journal of Hematology, 95(7), 784–791. https://doi.org/10.1002/ajh.25800
  2. Cable, R. G., et al. (2016). Effect of iron supplementation on iron stores and total body iron after whole blood donation. Transfusion, 56(8), 2005–2012. https://doi.org/10.1111/trf.13659
  3. Lobier, M., et al. (2019). The effect of donation activity dwarfs the effect of lifestyle, diet and targeted iron supplementation on blood donor iron stores. PLOS ONE, 14(8), e0220862. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0220862
  4. Huang, M., et al. (2023). Meta Review on the Effect of Iron Deficiency on Blood Donor. BIO Web of Conferences, 59, 02018. https://doi.org/10.1051/bioconf/20235902018
  1. Optimisation of Blood Donor Nutrition: Blood Donor Health Improvement Studies. (2023). Cell Physiology and Biochemistry, 57(1), 1–11. https://doi.org/10.1159/000525612

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *