{"id":2902,"date":"2025-11-26T02:58:47","date_gmt":"2025-11-26T02:58:47","guid":{"rendered":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/?p=2902"},"modified":"2025-11-26T03:21:57","modified_gmt":"2025-11-26T03:21:57","slug":"obesitas-pada-remaja-fakta-risiko-dan-solusi-gizi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/2025\/11\/26\/obesitas-pada-remaja-fakta-risiko-dan-solusi-gizi\/","title":{"rendered":"Obesitas pada Remaja: Fakta, Risiko, dan Solusi Gizi"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2899 aligncenter\" src=\"http:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/26nov-300x150.png\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/26nov-300x150.png 300w, https:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/26nov-1024x512.png 1024w, https:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/26nov-768x384.png 768w, https:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/26nov-1536x768.png 1536w, https:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/26nov-2048x1024.png 2048w, https:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/26nov-18x9.png 18w, https:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/26nov-1200x600.png 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 709px) 85vw, (max-width: 909px) 67vw, (max-width: 984px) 61vw, (max-width: 1362px) 45vw, 600px\" \/><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Ditulis oleh: Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, M.K.M dan Habibah Abidin, M.Gz<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Program Studi Gizi, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Bandung, 26 November 2025 \u2014 Memperingati Anti-Obesity Day setiap tanggal 26 November, isu obesitas pada remaja menjadi sorotan penting. Tren global menunjukkan bahwa prevalensi obesitas remaja meningkat secara signifikan dalam dua dekade terakhir. Obesitas pada usia remaja tidak hanya berdampak pada penampilan fisik, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit metabolik, gangguan psikososial, dan masalah kesehatan jangka panjang (Ng et al., 2020).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Remaja merupakan kelompok yang rentan karena perubahan hormonal, pola makan tidak seimbang, konsumsi makanan ultra-proses, dan rendahnya aktivitas fisik. Oleh karena itu, strategi pencegahan obesitas melalui edukasi gizi sangat penting.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><strong>Fakta dan Risiko Obesitas pada Remaja<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Beberapa fakta yang perlu diketahui:<\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">\n<li>Menurut WHO (2023), sekitar 18% remaja berusia 10\u201319 tahun di dunia mengalami obesitas.<\/li>\n<li>Obesitas meningkatkan risiko diabetes tipe 2, hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung di usia dewasa.<\/li>\n<li>Dampak psikososial termasuk rendahnya percaya diri, stigma sosial, dan risiko depresi.<\/li>\n<li>Konsumsi tinggi makanan ultra-proses, minuman manis, dan kurangnya sayur-buahan menjadi faktor risiko utama.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><strong>Solusi Gizi untuk Pencegahan dan Penanganan<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Pendekatan gizi yang tepat dapat membantu mencegah obesitas dan menurunkan risiko komplikasi. Strategi yang dapat diterapkan antara lain:<\/p>\n<ol style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">\n<li>Pola makan seimbang<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Terapkan prinsip piring sehat, yaitu setengah piring sayur dan buah, seperempat protein, dan seperempat karbohidrat kompleks.<\/p>\n<ol style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">\n<li>Batasi makanan ultra-proses<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Kurangi konsumsi snack tinggi gula, gorengan, dan minuman manis kemasan.<\/p>\n<ol style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">\n<li>Camilan sehat<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Pilih buah segar, kacang-kacangan, yoghurt rendah gula, atau smoothie sayur-buah sebagai alternatif.<\/p>\n<ol style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">\n<li>Perhatikan porsi makan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Latih remaja untuk mengenali rasa lapar dan kenyang, serta hindari makan berlebihan atau <em>mindless eating<\/em>.<\/p>\n<ol style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">\n<li>Aktivitas fisik teratur<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Minimal 60 menit aktivitas fisik sedang hingga berat setiap hari, seperti jalan cepat, bersepeda, atau olahraga tim.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><strong>Contoh Aplikatif bagi Masyarakat dan Remaja<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan di rumah, sekolah, dan komunitas:<\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">\n<li>Membuat jadwal makan dan camilan sehat selama seminggu untuk remaja.<\/li>\n<li>Workshop memasak menu sehat remaja yang kreatif, lezat, dan bergizi.<\/li>\n<li>Kegiatan olahraga rutin di sekolah atau komunitas, misalnya senam, futsal, atau renang.<\/li>\n<li>Challenge keluarga atau teman untuk mengurangi konsumsi minuman manis dan gorengan selama 1\u20132 minggu.<\/li>\n<li>Edukasi digital melalui media sosial atau kampus tentang dampak obesitas dan tips gizi praktis.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Langkah-langkah ini dapat membentuk kebiasaan sehat yang konsisten, mencegah obesitas, dan mendukung pertumbuhan remaja secara optimal.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan yang serius dan membutuhkan pendekatan pencegahan berbasis gizi, pendidikan, dan aktivitas fisik. Program Studi Gizi memiliki peran strategis dalam mengedukasi remaja dan masyarakat tentang pola makan sehat, pengelolaan berat badan, serta pentingnya gaya hidup aktif untuk kesehatan jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><strong>Referensi <\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Ng, M., Fleming, T., Robinson, M., Thomson, B., Graetz, N., Margono, C., \u2026 &amp; Gakidou, E. (2020). <em>Global, regional, and national prevalence of overweight and obesity in children and adults during 1980\u20132013: A systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2013.<\/em> <em>The Lancet, 384<\/em>(9945), 766\u2013781. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/S0140-6736(14)60460-8\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/S0140-6736(14)60460-8<\/a><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">World Health Organization. (2023). <em>Obesity and overweight.<\/em> Geneva: WHO. <a href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/obesity-and-overweight\">https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/obesity-and-overweight<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis oleh: Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, M.K.M dan Habibah Abidin, M.Gz Program Studi Gizi, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Bandung, 26 November 2025 \u2014 Memperingati Anti-Obesity Day setiap tanggal 26 November, isu obesitas pada remaja menjadi sorotan penting. Tren global menunjukkan bahwa prevalensi obesitas remaja meningkat secara signifikan dalam dua dekade terakhir. Obesitas pada usia remaja tidak hanya berdampak pada penampilan fisik, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit metabolik, gangguan psikososial, dan masalah kesehatan jangka panjang (Ng et al., 2020). Remaja &hellip; <a href=\"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/2025\/11\/26\/obesitas-pada-remaja-fakta-risiko-dan-solusi-gizi\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Obesitas pada Remaja: Fakta, Risiko, dan Solusi Gizi&#8221;<\/span><\/a><\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2902","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-beritagizi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2902"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2902\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}