{"id":2713,"date":"2025-07-14T02:49:06","date_gmt":"2025-07-14T02:49:06","guid":{"rendered":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/?p=2713"},"modified":"2025-07-14T08:52:31","modified_gmt":"2025-07-14T08:52:31","slug":"asi-berkualitas-dari-dapur-rumah-menyambut-pekan-asi-dengan-makanan-pendukung-laktasi-yang-aman-dan-bergizi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/2025\/07\/14\/asi-berkualitas-dari-dapur-rumah-menyambut-pekan-asi-dengan-makanan-pendukung-laktasi-yang-aman-dan-bergizi\/","title":{"rendered":"ASI Berkualitas dari Dapur Rumah: Menyambut Pekan ASI dengan Makanan Pendukung Laktasi yang Aman dan Bergizi"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400; text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-2706\" src=\"http:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pekan-asi-300x150.png\" alt=\"\" width=\"630\" height=\"315\" srcset=\"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pekan-asi-300x150.png 300w, https:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pekan-asi-1024x512.png 1024w, https:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pekan-asi-768x384.png 768w, https:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pekan-asi-1536x768.png 1536w, https:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pekan-asi-2048x1024.png 2048w, https:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pekan-asi-18x9.png 18w, https:\/\/gizifpok.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pekan-asi-1200x600.png 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 709px) 85vw, (max-width: 909px) 67vw, (max-width: 984px) 61vw, (max-width: 1362px) 45vw, 600px\" \/><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><em>Oleh: Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, M.K.M dan Habibah Abidin, M.Gz<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Menjelang Pekan ASI Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1\u20137 Agustus, perhatian dunia kembali tertuju pada pentingnya dukungan terhadap ibu menyusui. Tak hanya dari sisi emosional dan sosial, tetapi juga dari aspek paling mendasar: asupan gizi. Dalam masa menyusui, tubuh ibu memerlukan energi dan zat gizi tambahan untuk memproduksi ASI yang berkualitas dan mencukupi kebutuhan bayi. Namun, masih banyak ibu menyusui yang belum mengetahui bahwa makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat menjadi &#8220;kunci produksi&#8221; ASI.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Lantas, makanan seperti apa yang benar-benar bisa membantu produksi ASI dan tetap aman bagi ibu dan bayi? Berikut penjelasan lengkapnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><strong>Galaktagog Alami: Dari Dapur ke Kelenjar Susu<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Beberapa bahan makanan sehari-hari ternyata secara tradisional dikenal sebagai galaktagog\u2014yaitu zat yang dapat merangsang atau meningkatkan produksi ASI. Misalnya:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Oat dan gandum utuh<\/strong>: mengandung zat besi, serat, dan fitonutrien yang mendukung kestabilan hormon prolaktin, hormon penting dalam produksi ASI (Jiang et al., 2007).<\/li>\n<li><strong>Katuk (Sauropus androgynus)<\/strong>: sayuran lokal yang sudah banyak diteliti memiliki efek meningkatkan volume ASI pada ibu menyusui, meskipun harus dikonsumsi dalam bentuk matang untuk menghindari efek samping (Widyaningsih et al., 2018).<\/li>\n<li><strong>Papaya muda<\/strong>: dipercaya membantu pelepasan oksitosin, hormon penting dalam proses let-down reflex saat menyusui (Savitri &amp; Fauziah, 2020).<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><strong>Zat Gizi Kunci dalam Produksi ASI<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Selain bahan galaktagog, ibu menyusui juga memerlukan kecukupan zat gizi makro dan mikro tertentu, antara lain:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Protein<\/strong>: dibutuhkan untuk membentuk komponen utama ASI. Ikan, telur, dan kacang-kacangan menjadi sumber penting protein hewani dan nabati.<\/li>\n<li><strong>Kalsium dan zat besi<\/strong>: mendukung metabolisme ibu serta kualitas ASI. Susu, sayuran hijau, dan hati ayam bisa jadi pilihan.<\/li>\n<li><strong>Vitamin B kompleks dan vitamin C<\/strong>: terlibat dalam fungsi saraf dan sistem imun, serta membantu penyerapan zat besi dari makanan (WHO, 2022).<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Tak kalah penting, hidrasi optimal sangat diperlukan. ASI mengandung sekitar 88% air. Oleh karena itu, kebutuhan cairan ibu menyusui meningkat sekitar 700 ml per hari dibandingkan perempuan dewasa biasa (Prentice, 2021).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><strong>Mitos vs Fakta: Jangan Asal Konsumsi<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Banyak mitos beredar mengenai makanan \u201cpelancar ASI\u201d. Misalnya, minuman bersoda, daun pepaya mentah, atau bahkan jamu-jamuan tertentu. Padahal, belum semua makanan tersebut terbukti aman atau efektif.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Sebaliknya, pola makan seimbang yang menyertakan variasi protein dan sayur, camilan bergizi seperti almond, buah, dan yogurt, minuman non-kafein seperti air putih atau <em>infused water<\/em> telah terbukti berkontribusi dalam menjaga kuantitas dan kualitas ASI (Jongenelis &amp; Budden, 2023).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan: Gizi, Kunci Keberhasilan Menyusui<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Makanan pendukung laktasi tidak harus mahal atau berbentuk suplemen. Justru, bahan pangan lokal seperti katuk, papaya muda, ikan laut, dan kacang-kacangan bisa menjadi pilihan terbaik yang aman, bergizi, dan mudah diakses. Menjelang Pekan ASI Sedunia, mari jadikan dapur rumah sebagai tempat dimulainya komitmen untuk memberikan ASI terbaik bagi buah hati.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Dengan dukungan edukasi dan akses pangan yang baik, menyusui bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu\u2014tetapi juga menjadi misi bersama dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh sejak dini.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\"><strong>Referensi <\/strong><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">\n<li>Jiang, J., Rosenqvist, U., Wang, H., Greiner, T., Lian, G., &amp; Sarkadi, A. (2007). Influence of grandparents on eating behaviors of young children in Chinese three-generation families. <em>Appetite<\/em>, 48(3), 377\u2013383. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.appet.2006.10.004\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.appet.2006.10.004<\/a><\/li>\n<li>Jongenelis, M. I., &amp; Budden, T. (2023). The Influence of Grandparents on Children\u2019s Dietary Health: A Narrative Review. <em>International Journal of Environmental Research and Public Health<\/em>, 20(11), 6203. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/ijerph20116203\">https:\/\/doi.org\/10.3390\/ijerph20116203<\/a><\/li>\n<li>Prentice, A. M. (2021). Maternal nutritional needs during lactation. <em>Nestl\u00e9 Nutrition Institute Workshop Series<\/em>, 96, 57\u201366. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1159\/000514431\">https:\/\/doi.org\/10.1159\/000514431<\/a><\/li>\n<li>Savitri, A. I., &amp; Fauziah, S. N. (2020). Konsumsi pangan lokal sebagai pelancar ASI di berbagai budaya Indonesia. <em>Jurnal Gizi dan Pangan<\/em>, 15(1), 1\u20139. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.25182\/jgp.2020.15.1.1-9\">https:\/\/doi.org\/10.25182\/jgp.2020.15.1.1-9<\/a><\/li>\n<li>Widyaningsih, T. S., Kusumastuti, W. I., &amp; Mustikaningtyas, M. (2018). Efektivitas katuk (Sauropus androgynus) dalam meningkatkan volume ASI pada ibu menyusui. <em>Jurnal Ilmu Kesehatan<\/em>, 10(2), 65\u201372. <a href=\"https:\/\/ejurnal.poltekkesjogja.ac.id\/index.php\/jik\/article\/view\/285\">https:\/\/ejurnal.poltekkesjogja.ac.id\/index.php\/jik\/article\/view\/285<\/a><\/li>\n<li>World Health Organization. (2022). <em>Family meals and healthy eating<\/em>. <a href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/feature-stories\/detail\/family-meals-and-healthy-eating\">https:\/\/www.who.int\/news-room\/feature-stories\/detail\/family-meals-and-healthy-eating<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, M.K.M dan Habibah Abidin, M.Gz Menjelang Pekan ASI Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1\u20137 Agustus, perhatian dunia kembali tertuju pada pentingnya dukungan terhadap ibu menyusui. Tak hanya dari sisi emosional dan sosial, tetapi juga dari aspek paling mendasar: asupan gizi. Dalam masa menyusui, tubuh ibu memerlukan energi dan zat gizi tambahan untuk memproduksi ASI yang berkualitas dan mencukupi kebutuhan bayi. Namun, masih banyak ibu menyusui yang belum mengetahui bahwa makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat menjadi &hellip; <a href=\"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/2025\/07\/14\/asi-berkualitas-dari-dapur-rumah-menyambut-pekan-asi-dengan-makanan-pendukung-laktasi-yang-aman-dan-bergizi\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;ASI Berkualitas dari Dapur Rumah: Menyambut Pekan ASI dengan Makanan Pendukung Laktasi yang Aman dan Bergizi&#8221;<\/span><\/a><\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2713","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-beritagizi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2713","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2713"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2713\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}