{"id":1644,"date":"2023-03-22T06:48:21","date_gmt":"2023-03-22T06:48:21","guid":{"rendered":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/?p=1644"},"modified":"2023-12-05T20:20:09","modified_gmt":"2023-12-05T20:20:09","slug":"makanan-pada-hari-raya-nyepi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/2023\/03\/22\/makanan-pada-hari-raya-nyepi\/","title":{"rendered":"Makanan pada Hari Raya Nyepi"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/img.jakpost.net\/c\/2019\/03\/04\/2019_03_04_66897_1551715404._large.jpg\" alt=\"Bali to shut down over Nyepi - National - The Jakarta Post\" width=\"410\" height=\"273\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BANDUNG-Hari Raya Nyepi adalah hari raya yang dirayakan oleh umat Hindu. Hindu merupakan salah satu agama resmi yang diakui di Indonesia. Pulau Bali menjadi salah satu pulau di Indonesia dengan umat Hindu terbanyak. Tradisi di Pulau Dewata ini masih sangat kental dan menjadi daya tarik bagi turis lokal maupun Internasional. Menurutmu, apa saja makanan yang disajikan saat hari raya nyepi? Berikut makanan khas saat perayaan Nyepi yang dilansir dari rri.co.id, Selasa (21\/3\/23)<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/ik.imagekit.io\/dcjlghyytp1\/2020\/09\/sirahbaliinfo.jpg?tr=f-auto\" alt=\"Ini 5 Resep Lawar Bali yang Khas untuk Hari Raya Galungan | Sayurbox\" width=\"324\" height=\"198\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Lawar<br \/>\nLawar adalah masakan berupa campuran sayur-sayuran dan daging cincang yang dibumbui secara merata. Lawar dibuat dari daging rebus yang dicincang, sayuran, bumbu-bumbu kunyit, kemiri, bawang merah, bawang putih, dan kelapa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kadang-kadang di beberapa jenis lawar diberikan unsur yang dapat menambah rasa dari lawar itu yaitu darah dari daging. Darah tersebut dicampurkan dengan bumbu-bumbu tertentu sehingga menambah lezat lawar tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lawar tidak dapat bertahan lama, jika didiamkan di udara terbuka hanya bertahan setengah hari. Lawar menjadi sajian terenak saat Nyepi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/images.tokopedia.net\/blog-tokopedia-com\/uploads\/2019\/09\/2.-Resep-Ayam-Betutu-Goreng.jpg\" alt=\"Resep Ayam Betutu Khas Bali Simple dan Sederhana\" width=\"324\" height=\"199\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Ayam Betutu<br \/>\nHidangan ini merupakan sajian yang wajib ada saat Hari Raya Nyepi. Ayam Betutu biasanya selalu ada saat upacara serta menjadi sajian wajib saat sesembahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Betutu adalah makanan tradisional khas Bali yang terbuat dari ayam atau bebek utuh. Hidangan ini berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata betutu berasal dari kata &#8220;tunu&#8221; yang berarti &#8220;bakar&#8221; dan dirangkai dengan kata &#8220;be&#8221; yang berarti &#8220;daging&#8221;. Berdasarkan uraian tersebut, &#8220;betutu&#8221; berarti daging yang dibakar.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/www.gotravelly.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/ketongkol.jpg\" alt=\"8 Makanan Khas Bali Yang Disajikan Saat Perayaan Hari Raya Nyepi\" width=\"293\" height=\"284\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Ketongkol<br \/>\nHidangan ini memiliki rasa gurih, manis dan asin. Ketongkol biasanya dibungkus memakai daun pisang sehingga wangi. Biasanya ketongkol disajikan bersama dengan sayuran atau lauk lainnya. Ketongkol cocok disajikan dengan kelapa parut, kerupuk, dan sambal matah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/media.suara.com\/pictures\/970x544\/2022\/03\/14\/92782-entil-khas-pupuan.jpg\" alt=\"Kuliner Entil, Makanan Tradisional Khas Pupuan yang Bisa Bertahan Beberapa Hari\" width=\"355\" height=\"199\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Entil<br \/>\nEntil menjadi salah satu hidangan umat Hindu yang berada di Desa Wongaya Gede Tabanan Bali. Hidangan ini biasanya diolah untuk merayakan Hari Raya Nyepi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, entil sekilas mirip dengan ketupat yang terbuat dari berasan akan dibungkus menggunakan daun pisang. Lalu diikat dengan bambu setelah matang Entil akan dimakan dengan lauk, dan sayuran.\u200b<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis-AdminGizi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNG-Hari Raya Nyepi adalah hari raya yang dirayakan oleh umat Hindu. Hindu merupakan salah satu agama resmi yang diakui di Indonesia. Pulau Bali menjadi salah satu pulau di Indonesia dengan umat Hindu terbanyak. Tradisi di Pulau Dewata ini masih sangat kental dan menjadi daya tarik bagi turis lokal maupun Internasional. Menurutmu, apa saja makanan yang disajikan saat hari raya nyepi? Berikut makanan khas saat perayaan Nyepi yang dilansir dari rri.co.id, Selasa (21\/3\/23) 1. Lawar Lawar adalah masakan berupa campuran sayur-sayuran &hellip; <a href=\"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/2023\/03\/22\/makanan-pada-hari-raya-nyepi\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Makanan pada Hari Raya Nyepi&#8221;<\/span><\/a><\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1644","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-beritagizi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1644","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1644"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1644\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1644"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1644"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gizifpok.upi.edu\/ch\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1644"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}